Cegah Kanker, Konsumsi Sayur Buah Bukan Suplemen

KOMPAS.com – Sebagian orang mengonsumsi vitamin dan mineral dengan tujuan melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan menjaganya tetap sehat. Kebiasaan ini terus dijalankan dan diterima sebagai kebenaran meski belum ada riset yang bisa membuktikannya. Bahkan sebagian orang meyakini konsumsi vitamin dan mineral bisa mencegah kanker atau penyakit jantung.

Riset yang dilakukan US Preventive Services Task Force, yaitu panel beranggotakan sukarelawan terdiri dari ahli nasional dalam pencegahan dan pengobatan, mencari tahu pengaruh multivitamin pada penyakit kronis. Peneliti menggunakan data riset pada 2013 yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Berdasarkan riset ini, peneliti mengatakan perlu riset lebih banyak untuk mengetahui kegunaan suplemen. Terutama untuk mengetahui apakah suplemen vitamin dan mineral mampu membantu mencegah kanker dan penyakit kardiovaskular.  

Sampai ada bukti selanjutnya, peneliti menyarankan konsumen tidak mengonsumsi pil suplemen. Peneliti lebih menyarankan konsumen untuk mengonsumsi lebih banyak asupan kata nutrisi seperti buah, sayuran, seafood, dan produk susu dalam pola makan hariannya. Asupan tersebut menurunkan risiko terkena kanker dan penyakit kardiovaskuler.

Suplemen bisa dikonsumsi bila tubuh benar-benar kekurangan salah satu zat nutrisi. Namun patut ditekankan konsumsi suplemen tidak membebaskan tubuh dari risiko penyakit kanker maupun kardiovaskuler.

Take from : http://health.kompas.com/read/2014/03/17/1110121/Cegah.Kanker.Konsumsi.Sayur.Buah.Bukan.Suplemen

Ikuti Aturan “5 Detik” Makanan Jatuh di Lantai

KOMPAS.com — Aturan “lima detik” mengambil makanan yang sudah jatuh di lantai mungkin sudah sering didengar. Aturan “lima detik” adalah tidak mengambil makanan setelah jatuh lebih dari lima detik. Sebagian orang masih ragu dengan aturan tersebut. Namun menurut para peneliti, aturan tersebut mungkin benar.

Anthony Hilton, profesor mikrobiologi di Aston University di Inggris, mengatakan bahwa mengonsumsi makanan yang jatuh di lantai berisiko menjadi sarana penularan infeksi. Ini karena di lantai terdapat banyak sekali bakteri dan muncul setiap waktu. Meskipun begitu, aturan “lima detik” mungkin tidak salah untuk diterapkan.

“Faktanya, kami menemukan risiko rendah pada perpindahan mikroba, baik dari permukaan lantai yang kotor, maupun karpet, ke makanan,” tutur Hilton.

Dalam studi baru, Hilton dan timnya menganalisis berapa banyak mikroba yang berpindah ke roti panggang, pasta, kue, dan permen yang jatuh ke lantai karpet, lantai kayu, dan lantai keramik. Para peneliti secara khusus melihat mikroba, antara lain E coli dan Staphylococcus aureus, pada makanan yang jatuh pada waktu antara 3 dan 30 detik.

Para peneliti menyimpulkan, lama jatuh dan tipe lantai menentukan berapa banyak mikroba yang mencemari makanan. Semakin lama makanan berada di lantai, semakin banyak mikroba yang mencemarinya. Sementara itu, untuk jenis lantai, yang paling “aman” dari perpindahan mikroba adalah lantai karpet.

“Pada lantai karpet, perpindahan mikroba dari lantai ke makanan yang paling lembab memakan waktu lima detik atau lebih,” kata peneliti.

Mereka juga melakukan survei terhadap sejumlah responden mengenai memakan makanan yang sudah jatuh di lantai. Hasilnya, sebagian orang tidak masalah untuk memakan makanan yang sudah jatuh. Namun, sebagian dari mereka menganut aturan “lima detik” tersebut.

 

Take from : http://health.kompas.com/read/2014/03/16/1241138/Ikuti.Aturan.5.Detik.Makanan.Jatuh.di.Lantai

Malaysia Airlines Terbang ke Pulau “Terlarang” Diego Garcia?

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan Malaysia Airlines MH370 dipastikan terbang ke Samudera Hindia, muncul spekulasi baru pesawat tersebut menuju ke salah satu pulau terpencil di tengah Samudera Hindia, Pulau Diego Garcia.

Dalam konferensi pers pada Sabtu (15/3/2014) kemarin, Najib Razak menyebut ada dua koridor yang mungkin menjadi lokasi pendaratan MH370 yang hilang. Koridor utara antara Turkmenistan dan Kazakhstan dan koridor selatan di Samudera Hindia yang berbatasan dengan Indonesia.

Dari berbagai diskusi yang hangat diperbincangkan di dunia maya, sebagian menyebut pesawat itu kemungkinan terbang ke koridor selatan, yaitu ke Pulau Diego Garcia. Lantas, seperti apa Pulau Diego Garcia?

Terletak di koordinat 7°18′48″ LS dan 72°24′40″ BT, pulau ini dinamakan sesuai penemunya, yaitu pelaut asal Spanyol Diego García de Moguer. Dia menemukan kepulauan yang tak berpenghuni ini pada tahun 1500-an.

Pulau ini berada di sebelah barat Indonesia dan selatan India. Benar-benar di tengah Samudera Hindia. Penduduk mulai hadir sejak 1793, yaitu para pekerja perkebunan kelapa yang didatangkan dari Afrika hingga China.

Mulai 1814, pulau ini menjadi milik Inggris, tepatnya saat Perang Napoleon, dan dikendalikan melalui Mauritius. Kemudian pada tahun 1965, Inggris mengendalikan sepenuhnya Diego Garcia dan kepulauan di sekitarnya dari London dan wilayah itu diberi nama British Indian Ocean Territory (BIOT).

Pengendalian secara penuh atas pulau ini bukannya tanpa alasan. Saat itu Inggris sedang mempersiapkan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat. Penduduk yang telah mendiami pulau ini sekitar 200 tahun lalu mulai diminta keluar pada 1971.

Hanya anggota militer Inggris dan AS yang kemudian berhak mendiami kawasan ini. Praktis, pulau ini menjadi tertutup dan terkesan “misterius”. Pada Perang Irak (2003-2006) dan Perang Afganistan (2001-2006), para tentara sekutu, yaitu dari Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina tinggal di Diego Garcia, dan menyiapkan keperluan perang dari pulau ini.

Sebagai daerah militer, Pulau Diego Garcia tentu memiliki landasan pacu. Mengutip Wikipedia, landasan pacu di pulau ini berjenis ETOPS (Extended Range Twin Engine Operations), yaitu landasan darurat untuk penerbangan komersial yang melintasi rute Samudera Hindia.

Hanya pesawat komersial yang bermesin ganda yang bisa mendarat di lokasi ini. Sementara, jenis pesawat berbadan lebar yang bisa mendarat di Pulau Diego Garcia adalah Airbus A330, Boeing 767, ataupun Boeing 777.

Isu intelijen

Berbagai literatur menyebutkan Diego Garcia menjadi salah satu lokasi kegiatan intelijen AS, yaitu CIA. Hal ini ditegaskan oleh laporan Dewan Keamanan Eropa 2007, yang menyatakan pulau ini telah digunakan oleh AS untuk program yang kontroversial, yaitu mengangkut para narapidana kelas berat.

Hal ini kemudian dipertegas oleh laporan Pemerintah Inggris pada 2008 yang menyebutkan bahwa AS pernah melakukan pengisian bahan bakar pesawat di Diego Garcia pada 2002, di mana pesawat itu digunakan untuk mengangkut narapidana yang “bernilai tinggi” (terorisme).

Disebut-sebut, salah satu narapidana AS yang pernah singgah di pulau ini adalah Khalid Sheikh Mohammed.

Isu seputar intelijen juga pernah dibocorkan oleh Wikileaks. Dalam kabel diplomatik yang dibocorkan Edward Snowden itu disebutkan bahwa Pulau Diego Garcia dan sekitarnya telah ditetapkan sebagai cagar alam laut. Ini dimaksudkan untuk mempersulit para penduduk yang pernah tinggal di pulau tersebut mengklaim kembali.

Berikut kutipan dari kabel diplomatik AS yang dibocorkan Wikileaks:

….seorang pejabat senior luar negeri dan persemakmuran Inggris telah menginformasikan bahwa isu menetapkan cagar alam taman laut terbesar di dunia, termasuk di Pulau Diego Garcia tidak akan melanggar kepentingan militer. Dia (pejabat senior Inggris) setuju bahwa Inggris dan AS harus bernegosiasi secara berhati-hati untuk memastikan bahwa kepentingan militer AS tetap terlindungi….”

Dalam konferensi pers Sabtu kemarin, PM Najib Razak juga mengonfirmasi bahwa MH370 masih mengirimkan sinyal ke satelit pada pukul 08.11 waktu Kuala Lumpur, atau lebih dari 6 jam setelah pesawat itu dinyatakan hilang. Artinya, pesawat tersebut masih mengudara ke tujuan tertentu.

Ada unsur kesengajaan dari salah satu pilot yang terbang untuk mematikan transponder komunikasi. Selain itu, otoritas penerbangan Malaysia juga menyebut bahwa aksi “penghilangan” MH370 itu dilakukan oleh seseorang yang sangat ahli dalam penerbangan.

Lantas, apakah MH 370 memang menuju ke Pulau Diego Garcia dengan motif tertentu? Mari kita tunggu perkembangannya…

 

Take From : http://internasional.kompas.com/read/2014/03/16/1849466/Malaysia.Airlines.Terbang.ke.Pulau.Terlarang.Diego.Garcia.

Tautan

<?php
$where = 0;
$content = apply_filters(‘the_content’, get_the_content());
$content = explode(“</p>”, $content);
for ($i = 0; $i <count($content); $i++) {
if ($i == $where) { ?>
<div style=”float:left; margin:0 10px 10px 0;“>

<!-- MASUKKAN KODE IKLAN ANDA DI SINI -->

</div>
<?php
}
echo $content[$i] . “</p>”;
}
?>